Komplikasi ginjal penderita diabetes. Dalam proses metabolisms di dalam
tubuh, terjadi pengolahan bahan baku menjadi zat yang dibutuhkan tubuh. Sebagai
akibatnya, proses ini juga menghasilkan zat-zat sisa atau zat metabolik yang
beredar di dalam darah yang harus dikeluarkan dari tubuh. Semua itu dilakukan oleh
sepasang ginjal dalam tubuh kita. Tugas ginjal
adalah membersihkan darah dari zat-zat berlebihan lainnya dengan cara
membuang semua itu bersama urine.
Untuk melaksanakan fungsi ini,
ginjal dilengkapi kumparan-kumparan pembuluh darah halus yang disebut
glomerulus, serupa dengan filter kecil. Jika ginjal sebagai filter mengalami
gangguan dan tidak berfungsi dengan baik, maka zat-zat sisa tadi tidak dapat
dikeluarkan dengan sempurna sehingga akan menumpuk dan meracuni tubuh.
Nefropati Diabetik
Sejumlah besar glukosa dalam
urine membuat ginjal berisiko terkena infeksi yang dapat menyebar dari kandung
kemih (sistitis atau pielonefritis) ke ginjal (nefropati). Nefropati diabetik
disebabkan oleh kelainan pembuluh darah halus pada glomerulus ginjal. Pada keadaan
normal, protein yang terkandung di dalam darah tidak akan bisa menembus ginjal.
Namun, jika sel di dalam ginjal rusak, beberapa molekul protein yaitu albumin,
bisa melewati dinding pembuluh darah halus dan masuk ke saluran urine.
Pertanda adanya kelainan
nefropati adalah terdapatnya albumin di dalam urine. Awalnya hanya albumin yang
halus (mikro-albumin), namun sejalan dengan memberatnya komplikasi akan
dijumpai makro-albumin (atau bisa disebut albumin saja) di dalam urine.
Selain memeriksa albumin dalam
urine, biasanya dokter juga akan memeriksa beberapa pertanda kelainan ginjal
lain seperti kadar ureum dan kretatinin darah untuk melihat tingkat gangguan
kerja ginjal. Seorang pasien dinyatakan mengalami nefropati diabetik jika pada
dua dari tiga kali pemeriksaan dalam kurun waktu 3,6 bulan ditemukan
mikroalbumin > 30 mg. Dengan catatan, tidak ditemukan penyebab albumiuria
(albumin di dalam urine) lain.
Jika tidak segera diatasi,
nefropati diabetik bisa menyebabkan gagal ginjal. Mulanya gangguan ringan saja,
tetapi pada akhirnya bisa jadi sangat berat. Satu-satunya jalan untuk mengatasi
keadaan tersebut adalah dengan cangkok ginjal (transplantasi ginjal). Sebelum
transplantasi ginjal dapat dilakukan, upaya sementara adalah dengan melakukan
cuci darah atau haemodialisis. Jadi, cuci darah merupakan tindakan sambil
menunggu kesempatan cangkok ginjal.
cuci darah dilakukan dengan
mengalirkan darah melewati suatu mesin yang mempunyai filter khusus (penyaring)
di mana zat-zat racun yang terdapat di dalam darah akan tersaring dan
dikeluarkan dari tubuh. Mesin itu seolah-olah menggantikan kerja ginjal
sehingga disebut ginjal buatan.

No comments:
Post a Comment